Cara Membuat DNS Server Sendiri pada Windows 7

Posted on

Cara Membuat DNS Server Sendiri pada Windows 7

Domain Name Server atau sering disebut dengan DNS Server yang bekerja untuk menerjemahkan nama domain ke alamat ip address dan sebaliknya pula. Pada artikel ini akan membahas cara membuat dns server sendiri pada windows 7.

 

Apa itu DNS?

Domain Name Server atau sering disingkat dengan DNS merupakan sebuah sistem yang menghubungkan Uniform Resource Locator (URL) dengan Internet Protocol Address (IP Address). Untuk mengakses internet perlu mengetikkan IP Address sebuah website.

Cara ini cukup merepotkan. Sebab perlu punya daftar lengkap IP Address website yang akan dikunjungi dan memasukkannya secara manual. Dengan penggunaan DNS maka tinggal mengingat nama domain dan memasukkannya dalam address bar.

DNS kemudian akan menerjemahkan domain tersebut ke dalam IP Address yang komputer pahami. Misalkan ingin mengakses Google. Dibandingkan menulis 172.217.0.142 ke dalam address bar, maka dengan DNS maka tinggal memasukkan alamat Google.com.

 

Fungsi Domain Name Server atau DNS

Domain Name Server atau DNS pada umum nya memiliki tiga fungsi utama yang bekerja secara otomatis ketika sedang mengakses internet. Berikut merupakan fungsi dari DNS.

  • Meminta informasi IP Address sebuah website berdasarkan nama domain
  • Mencari server yang tepat untuk mengirimkan email
  • Meminta informasi URL sebuah website berdasarkan IP Address yang dimasukkan

Selain beberapa fungsi diatas terdapat juga beberapa kelebihan dari penggunaan DNS dalam mengakses internet. Berikut beberapa kelebihan dari pemakaian DNS.

  • Lebih mudah untuk mengakses internet
  • Lebih konsisten dalam penggunaannya
  • Mudah untuk dikonfigurasi
  • Keamanan yang terjamin

 

Bagian Bagian pada Domain Name Server atau DNS

Cara kerja DNS pada dasarnya adalah dengan cara mencocokkan nama komponen URL dengan komponen IP Address. Setiap URL dan IP Address memiliki bagian bagian yang saling menjelaskan satu dengan yang lainnya. Berikut ini merupakan bagian bagian yang ada dalam DNS.

  • Root-Level Domainadalah bagian tertinggi dari hirarki DNS. Biasanya berwujud tanda titik (.) pada bagian paling belakang sebuah URL.
  • Top-Level Domain adalah ekstensi yang berada di bagian depan root-level domain. Terdapat dua jenis TLD yang umumnya dipakai. Keduanya, yaitu Generic Top-Level Domain (GTLD) dan Country Code Top-Level Domain (CCLTD).
Game & App Pilihan :  Mi File Manager Mod APK Free Download Versi Terbaru 2021

GTLD biasanya menjelaskan sifat institusi dari pemilik web. Contohnya adalah website untuk tujuan komersial biasanya memiliki ekstensi .COM. Lalu, .EDU untuk institusi pendidikan dan .GOV untuk lembaga pemerintahan.

Di sisi lain, CCLTD merupakan ekstensi yang menjelaskan asal negara dari pemilik situs. Misalnya, akhiran .ID untuk website Indonesia, .AU untuk Australia, .UK untuk Inggris, dan sebagainya.

  • Second-Level Domain adalah nama lain untuk domain itu sendiri. Sering digunakan sebagai identitas institusi atau branding. Dalam kasus URL en.wikipedia.org, yang dimaksud Second-Level Domain adalah wikipedia.
  • Third-Level Domain atau subdomain merupakan bagian dari domain utama yang berdiri sendiri.
  • Hostname atau biasa disebut juga dengan scheme. Merupakan bagian yang mengawali sebuah URL pada bagian ini menunjukkan sebuah fungsi dari website atau halamannya. Contoh paling banyak digunakan adalah HTTPS atau Hypertext Transfer Protocol Secure.

 

Cara Kerja Domain Name Server atau DNS

Domain Name Server atau DNS bekerja secara bertahap. Dimulai dengan proses meminta informasi atau DNS query. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan tahapan lainnya seperti DNS recursion, root nameserver, TLD nameserver, hingga authoritative nameserver.

Berikut ini beberapa cara kerja Domain Name Server atau DNS:

DNS query

DNS Query adalah istilah teknis untuk meminta informasi soal IP Address. Tahapan ini dimulai ketika sudah mengetikkan URL ke address bar. DNS server kemudian akan mencari informasi di filehosts.

Jika informasi yang dicari tidak ditemukan maka server akan berusaha mencari kepingan informasi atau rekam informasi yang pernah tercatat di sistem (cache).

Dalam tahapan awal ini sendiri, terdapat tiga jenis DNS Query. Ketiganya adalah recursive query, iterative query, dan non-recursive query.

DNS Recursor / DNS Recursive Resolver

DNS recursor merupakan tahapan pertama dalam pencarian informasi. Ketika user memasukkan URL dan tidak menemukan hasil yang valid di cache sistem akan mencari informasi dalam cache penyedia internet atau internet service provider (ISP).

Root name server

Root name server merupakan semacam database yang menjawab pertanyaan soal nama domain dan IP Address. Server ini tidak memiliki jawaban tepat untuk informasi yang dicari. Akan tetapi, server ini bisa meneruskan permintaan informasi ke pihak yang mengetahui.

TLD Name Server

Dari root name server, sistem akan membaca jenis informasi yang dicari dari top-level domain. Setiap TLD seperti .COM, .ORG, .EDU, .ID, .AU, dan sebagainya memiliki server yang spesifik.

Authoritative Name Server

Pada authoritative name server. Jenis server satu ini memiliki semua informasi lengkap mengenai situs web yang dituju.

 

Macam Macam DNS

Informasi yang diminta oleh user dalam sistem dns server disebut dengan dns record. Berikut ini beberapa jenis dns record yang sering dijumpai.

  • A Record atau Address record untuk menyimpan informasi soal hostname, time to live (TTL), dan IPv4 Address.
  • AAA Record menyimpan informasi hostname dan hubungannya dengan IPv6 address.
  • MX Record merekam server SMTP yang khusus digunakan untuk saling berkirim email di suatu domain.
  • CNAME Recorddigunakan untuk me-redirect domain atau subdomain ke sebuah IP Address. Lewat fungsi satu ini, Anda tak perlu memperbarui DNS record.
  • NS Record merujuk subdomain pada authoritative name server yang diinginkan. Record ini berguna jika subdomain Anda di web hostingberbeda dengan domain.
  • PTR Record memberikan izin pada DNS resolver untuk menyediakan informasi soal IP Address dan menampilkan hostname (reverse DNS lookup).
  • CERT Record menyimpan sertifikat enkripsi atau sertifikat keamanan.
  • SRV Record menyimpan informasi terkait lokasi komunikasi, semacam Priority, Name, Weight, Port, Points, dan TTL
  • TXT Record membawa dan menyalurkan data yang hanya bisa dibaca oleh mesin.
  • SOA Record bagian yang muncul di awal dokumen DNS zone. Bagian yang sama juga merujuk pada Authoritative Name Server serta informasi lengkap sebuah domain.
Game & App Pilihan :  Download Frag Pro Shooter Mod Apk Versi Terbaru 2020

 

Cara Membuat DNS Server Sendiri pada Windows 7

Apabila ingin membuat dns server sendiri terutama pada winwdows 7 agar bisa diakses dengan kompter lainnya. Berikut ini beberapa cara membuat dns server sendiri pada windows 7 yang bisa diikuti.

  • Siapkan sistem topologi jaringan dengan menggunakan jaringan LAN
  • Lalu pada interfce LAN lakukan pengaturan ip 192.168.20.1 dan netmask 255.255.255.0.
  • Kemudian klik tombol advance
  • Setelah muncul dialog advanced TCP / IP setting
  • Pilih tab DNS
  • Lalu klik add
  • Kemudian masukan ip LAN 192.168.20.1
  • Lalu klik add
  • Alamat ip yang telah ditambahkan akan dijadikan dns oleh komputer lainnya
  • Setelah selesai melakukan setting pada windows 7 silahkan coba pada komputer lainnya
  • Pada komputer yang akan dicoba silahkan tambahkan pengaturan ip address seperti topologi yang sudah dibuat.
  • Setting IP address 192.168.20.2, netmask 255.255.255.0, gateway 192.168.20.1 serta DNS 192.168.20.1
  • Kemudian lakukan ping ke halaman website seperti google.com dan lainnya.
  • Apabila berhasil maka dns server yang dibuat sudah berhasil dan dapat digunakan.

 

Demikian beberapa cara membuat dns server sendiri pada windows 7 semoga dapat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan.

 

Game dan Aplikasi Keren Lainnya: